Kegagalan Soekarno dan Boom Koperasi di RI: Belajar Dari Sejarah

by -154 Views

Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi berbasis komunitas. Sejak lama, koperasi telah menjadi motor penggerak ekonomi di Indonesia meskipun perjalanan koperasi tidak selalu mulus. Difungsikan sebagai wadah bagi kaum miskin sejak awal kemerdekaan, koperasi dimaksudkan untuk menyediakan akumulasi modal bagi rakyat, bukan sebaliknya. Pemerintah saat itu mengandalkan koperasi sebagai instrumen utama dalam pembangunan ekonomi rakyat sebagai bentuk semangat gotong royong dalam menyelesaikan masalah ekonomi. Meski pemerintah telah memberikan dukungan kredit dan subsidi untuk mendirikan koperasi pada 1958, banyak koperasi didirikan atas inisiatif para pemilik modal dan tuan tanah, bukan atas kebutuhan anggota. Mulai periode 1959-1966, meskipun jumlah koperasi meningkat, dampak positifnya terhadap perekonomian minim. Penyalahgunaan dana dan kegagalan manajerial menjadi beberapa faktor penyebabnya. Melalui ulasan sejarah seperti ini, CNBC Insight hadir untuk memberikan nilai-nilai kehidupan dari masa lalu yang dapat menjadi pembelajaran untuk masa kini.

Source link