Kisah Crazy Rich Gadungan: Modal ‘Kolor’ dan Banyak Wanita

by

Sabidin, seorang pria dari Yogyakarta, memiliki daya tarik yang luar biasa bagi perempuan. Meskipun mengaku sebagai keturunan bangsawan dan memiliki harta berlimpah, sebenarnya ia hanyalah seorang pengangguran yang mahir berbohong. Pada tahun 1884 hingga 1886, namanya menjadi pembicaraan hangat di masyarakat setelah laporan surat kabar Java Bode mengungkapkan bahwa Sabidin seorang pelaut yang telah berlayar ke Jepang dan Paris sebelum menetap di Batavia.

Ketika bertemu dengan seorang mantan pejabat, Djajakoesoemah, Sabidin berbohong tentang latar belakangnya dan mengaku sebagai keturunan Sultan Banten yang diasingkan ke Surabaya. Berkat kepandaiannya berbicara dan berpura-pura, Djajakoesoemah memberinya julukan “Pangeran Timur” yang kemudian digunakan Sabidin untuk membentuk identitas palsu sebagai pangeran.

Sabidin tidak berhenti sampai di situ, dia bahkan berhasil mendapatkan dokumen identitas baru dengan nama “Haji Maulana Timur” dan menjadikannya modal untuk menjelajahi Jawa. Dengan identitas palsu ini, Sabidin berhasil mendapatkan layanan istimewa dan bahkan menikahi perempuan dari keluarga terhormat tanpa biaya apapun. Namun, kebohongan Sabidin terbongkar ketika Residen Bandung, van Vleuten merasa curiga dengan keabsahan dokumen yang dimilikinya.

Setelah penyelidikan, terungkap bahwa semua klaim Sabidin hanyalah bohongan semata. Ia ditangkap dan diadili di Surabaya, di mana pengadilan menghukumnya empat tahun kerja paksa atas penipuannya. Meskipun kejadian ini terjadi lebih dari seabad yang lalu, modus operandi Sabidin masih terasa relevan hingga saat ini. Dengan mengambil pelajaran dari kisah ini, kita dapat belajar tentang nilai-nilai kehidupan dari masa lalu yang masih dapat diterapkan hingga saat ini.

Source link