Misteri Rocita: Nenek Moyang Rohana-Rojali dan Kisah Penguasa Mal

by -148 Views

Fenomena Rojali dan Rohana, yang merujuk pada rombongan jarang beli dan rombongan hanya nanya, kini sedang marak di pusat perbelanjaan di Indonesia. Keberadaan mereka bisa meningkatkan okupansi mall, tetapi tidak berkontribusi signifikan terhadap pendapatan usaha. Fenomena ini sebenarnya sudah lama terjadi, dikenal dengan istilah “cuci mata” di masa lalu. Mal hadir sebagai alternatif hiburan di kota-kota besar, menawarkan suasana yang menyenangkan bagi para pengunjung. Istilah “cuci mata” berasal dari kata window shopping, yang sekarang berkembang menjadi lebih dari sekadar melihat barang. Melalui berbagai laporan media, fenomena ini tercatat sejak beberapa dekade lalu. Masyarakat urban lebih memilih mal sebagai tempat rekreasi praktis karena kelalaian pemerintah dalam menyediakan ruang hiburan publik yang memadai. Para pemilik toko mulai menggelar diskon besar-besaran dan strategi lainnya untuk memikat para pengunjung yang awalnya hanya datang untuk “cuci mata”. Dengan demikian, fungsi dan evolusi fenomena Rojali dan Rohana semakin terungkap dari masa ke masa.

Source link