Serangan Harimau Teror Warga Jakarta: Pemburu Turun Tangan

by -172 Views

Populasi harimau liar di dunia terus menurun dan kini hanya tersisa sekitar 4.000 ekor. Manusia memegang peran besar dalam penurunan ini karena berbagai aktivitas seperti perburuan dan perusakan habitat. Setiap tanggal 29 Juli, dunia memperingati Hari Harimau Internasional untuk meningkatkan kesadaran akan konservasi harimau.

Di Indonesia, perburuan harimau telah berlangsung selama ratusan tahun. Perburuan tersebut seringkali dilakukan atas alasan keselamatan manusia namun berkontribusi besar terhadap penurunan populasi harimau dari waktu ke waktu. Perburuan harimau pernah terjadi di Jakarta kala hewan buas tersebut berkeliaran di jalanan kota.

Ratusan tahun lalu, Jakarta masih merupakan hutan lebat yang dihuni oleh harimau Jawa. Penduduk hidup di bawah tekanan kolonialisme dan ancaman nyata dari harimau yang berkeliaran. Sejarawan mencatat serangan harimau terhadap orang yang terjadi di sekitar kebun tebu yang menjadi habitat populer harimau. Harimau juga tak segan menyerang di jalanan, menjadi ancaman bagi warga lokal maupun orang Eropa.

Pemerintah kolonial akhirnya turun tangan dengan menggelar perburuan harimau sebagai langkah perlindungan. VOC mengerahkan pasukan dan juga melibatkan masyarakat sipil dalam perburuan tersebut. Hadiah uang tunai diberikan sebagai insentif bagi orang-orang yang berhasil menangkap harimau. Populasi harimau mengalami penurunan drastis akibat perburuan yang terjadi di sekitar Jakarta.

Perburuan harimau tidak hanya terjadi di Jakarta tetapi juga di berbagai wilayah Jawa dengan alasan keamanan penduduk. Perubahan peta ekonomi di Jawa memicu konflik antara manusia dan harimau, mengakibatkan penurunan populasi harimau Jawa yang terus berlanjut hingga punah pada 1980-an. Kondisi ini menjadi pelajaran berharga bagi konservasi satwa liar di Indonesia dan penting untuk terus meningkatkan kesadaran akan perlindungan hewan langka seperti harimau.

Source link