Dua kelompok remaja di kawasan Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, terlibat dalam bentrokan yang viral pada Senin (15/9) dan Selasa (16/9) malam. Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora menyatakan bahwa pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab konflik tersebut. Meskipun demikian, Simamora memastikan bahwa tidak ada korban jiwa akibat bentrokan tersebut.
Pedagang es setempat, Ifa (46), mengonfirmasi bahwa bentrokan terjadi dua kali dalam waktu yang berdekatan. Ifa juga menyebutkan bahwa warga sekitar khawatir karena kelompok remaja tersebut membawa senjata tajam. Beberapa fasilitas di sekitar lokasi tawuran, termasuk kantor sekretaris RW dan gerobak dagangan, juga rusak akibat kejadian tersebut.
Warga lain, Dian (41), mengungkapkan bahwa beberapa orang yang terlibat dalam bentrokan masuk ke dalam permukiman warga, menimbulkan rasa takut dan khawatir di kalangan masyarakat sekitar. Kejadian tawuran di kawasan Jatipulo tidaklah baru, dan Dian menyoroti bahwa konflik antarkelompok remaja sering terjadi di daerah tersebut.
Keberadaan polisi di lokasi berhasil mencegah terjadinya kerusakan pada dagangan milik Ifa selama bentrokan terjadi. Meskipun demikian, kondisi tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab sebenarnya di balik tawuran antarkelompok remaja di Palmerah.





