Bencana Megathrust M8,1 di Jepang: Ribuan Orang Tewas

by -75 Views

CNBC Insight mempersembahkan ulasan sejarah untuk menggambarkan kondisi saat ini melalui perspektif masa lalu. Dalam konteks mitigasi bencana, naskah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana yang mungkin terjadi.

Ancaman gempa megathrust terus menghantui kehidupan manusia meskipun teknologi mitigasi bencana semakin canggih. Saat ini belum ada metode yang dapat memprediksi dengan pasti kapan gempa besar akan terjadi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar dari peristiwa masa lalu, seperti Gempa Nankai pada 20 Desember 1946, yang menghancurkan sebagian besar bangunan di lima kota besar Jepang dan menelan ribuan korban.

Gempa tersebut terjadi di dasar Samudra Pasifik dengan kekuatan M8,1 dan dirasakan hingga ratusan kilometer jauhnya. Dampaknya sangat besar, dengan infrastruktur hancur, jalur kereta api terputus, dan kepanikan melanda warga. Selain guncangan, gempa ini juga memicu tsunami dengan gelombang setinggi 3 hingga 5 meter yang menyapu permukiman pesisir dengan kekuatan dahsyat.

Penyebab dari Gempa Nankai 1946 dapat dipahami dari perspektif geologi, di mana Lempeng Laut Filipina menekan Lempeng Eurasia, membentuk Palung Nankai dan memicu gempa serta tsunami secara periodik. Kejadian serupa tercatat sebelumnya pada tahun 1707 dan 1854. Aktivitas seismik di zona Megathrust Nankai masih berlangsung hingga saat ini, dengan gempa terbaru terjadi pada 8 Agustus 2024.

Dengan memahami jejak bencana di masa lalu seperti Gempa Nankai 1946, kita diharapkan dapat lebih siap menghadapi ancaman bencana dan memitigasi risiko yang mungkin terjadi di masa depan. (mfa/mfa)

Source link