Tren busana lebaran di awal Ramadan tahun ini mengalami perubahan menarik dengan munculnya fenomena “Gamis Bini Orang” yang sedang populer di kalangan masyarakat, terutama di pusat perbelanjaan Tanah Abang, Jakarta. Nama asli produk ini sebenarnya adalah Gamis Inara, namun julukan “Gamis Bini Orang” atau “Gamis Istri Orang” yang viral di media sosial seperti TikTok telah meningkatkan popularitas dan penjualan gamis tersebut.
Menurut Wawan, seorang pedagang di Tanah Abang, nama “Gamis Bini Orang” muncul karena gamis ini dianggap cocok untuk wanita dewasa dan berkelas. Meskipun kontroversi mengenai nama tersebut terjadi, termasuk isu rumah tangga yang melibatkan gamis ini, justru berhasil meningkatkan penjualan produk tersebut.
Gamis Bini Orang menawarkan konsep busana yang anggun dan berkelas dengan menggunakan material brokat premium. Desainnya memiliki potongan high-low di bagian bawah untuk efek layering, lengan flounce yang memberikan kesan anggun, dan beragam pilihan warna mulai dari nuansa netral hingga warna tegas. Gamis ini juga bisa dipadukan dengan aksen belt di pinggang untuk tampilan yang lebih mewah.
Antusiasme masyarakat yang memburu baju lebaran sejak awal Ramadan menunjukkan bagaimana tren busana dapat dipengaruhi oleh interaksi sosial dan media digital. Fenomena “Gamis Bini Orang” memperlihatkan bagaimana dinamika budaya berbusana Muslim di Indonesia terus berkembang.





