PM Israel Mengundurkan Diri Setelah Terserang Stroke Parah

by

Sebuah artikel dari CNBC Insight membahas tentang kesehatan mantan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang terkena penyakit parah, mengingat Ariel Sharon sebagai contoh yang relevan. Ariel Sharon, mantan Perdana Menteri Israel, harus mengakhiri masa jabatannya akibat penyakit stroke yang serius pada 2005. Hal ini membuatnya harus fokus pada perawatan intensif setelah meninggalkan jabatannya. Meskipun masih hidup secara medis, Sharon berada dalam kondisi yang sangat minim respons terhadap lingkungannya. Pada 11 Januari 2014, Ariel Sharon meninggal dunia pada usia 85 tahun.

Karier militernya gemilang sejak terlibat dalam berbagai konflik besar, termasuk Perang Arab-Israel 1948, Krisis Suez 1956, Perang Enam Hari 1967, dan Perang Yom Kippur 1973. Namun, Sharon juga dikenal karena kontroversi yang meliputi operasi-operasi yang menimbulkan korban sipil seperti Pembantaian Qibya 1953 dan Pembantaian Sabra dan Shatila 1982. Meskipun demikian, ia berhasil masuk ke dunia politik dan menjadi Perdana Menteri Israel ke-11 pada tahun 2001.

Dengan kekayaan yang bersumber dari pertanian, peternakan, dan properti, Sharon mencapai kejayaan finansial sebelum akhirnya sekarat akibat stroke yang mengakhiri kariernya. Semua kebijakan keras dan operasi militer di wilayah Palestina serta pembangunan tembok pemisah di Tepi Barat menjadi sebagian dari masa kepemimpinannya. Setelahnya, posisi Perdana Menteri dijabat oleh Ehud Olmert. Seluruh perjalanan hidup dan karier Ariel Sharon mencerminkan bagaimana sejarah masa lalu menggambarkan kondisi politik dan sosial Israel saat ini.

Source link