Tangan Kanan Presiden AS Melewatkan Pertemuan dengan Presiden RI karena Nyi Roro Kidul

by

Pada era 1960-an, terdapat kisah menarik di balik hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat yang melibatkan Marshall Green, seorang tokoh penting dari Washington di Jakarta. Green merasa ketakutan dan bahkan beberapa kali menolak undangan langsung dari Presiden Soekarno. Hal ini bukan disebabkan oleh faktor politik atau keamanan, namun lebih kepada mitos seputar Nyi Roro Kidul, penguasa Laut Selatan.

Cerita dimulai ketika Soekarno mengundang Green untuk mengunjungi Pelabuhan Ratu, tempat peristirahatan presiden yang menghadap ke Samudera Hindia. Bagi Soekarno, kunjungan ini hanyalah agenda santai, namun bagi Green, ini memicu kegelisahan karena kabar seorang diplomat asing yang tewas terseret ombak di tempat tersebut. Mitos seputar larangan memakai warna hijau di pantai selatan juga semakin membuat Green waspada.

Mitos seputar Nyi Roro Kidul sendiri muncul sebagai konstruksi budaya pada era Kerajaan Mataram, yang kemudian berkembang luas di masyarakat termasuk larangan memakai pakaian hijau. Meskipun secara ilmiah, kecelakaan laut di pantai selatan Jawa disebabkan oleh rip current, bukan hal mistis. Sehingga, ketakutan yang dirasakan Green sebenarnya merupakan gabungan antara narasi budaya dan kurangnya pemahaman terhadap fenomena alam yang sebenarnya.

Source link