Bill Clinton Telepon Soeharto, Kesepakatan dengan IMF yang Berujung pada Kerugian Indonesia
Pada tanggal 9 Januari 1998, Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menelepon Presiden Soeharto dan mendesaknya untuk setuju dengan kesepakatan bersama Dana Moneter Internasional (IMF). Meskipun niatnya baik, kesepakatan ini dinilai banyak pihak sebagai langkah yang merugikan Indonesia dan mengakibatkan berakhirnya kekuasaan Soeharto.
Desakan Bill Clinton kepada Soeharto
Dalam pembicaraan telepon tersebut, Clinton secara langsung meminta Soeharto untuk bekerja sama dengan IMF dalam mengatasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Belum lama kemudian, IMF memberikan bantuan sebesar US$43 miliar pada tanggal 15 Januari 1998 setelah kesepakatan tersebut disetujui.
Menurut Rosidi Rizkiandi dalam “Mahasiswa dalam Pusaran Reformasi” (2016), Soeharto sendiri sudah mulai meragukan rencana yang diusulkan oleh IMF. Ia bahkan sempat mencari alternatif dengan mengajak ekonom Amerika Serikat, Steve Hanke, sebagai penasihat ekonomi.
Penolakan Terhadap Currency Board System
Steve Hanke menawarkan Currency Board System (CBS) sebagai solusi terbaik bagi Indonesia pada saat itu. Namun, rencana ini ditolak oleh IMF dan pemerintah AS. IMF dan pemerintah AS menghendaki agar Soeharto tetap mengikuti program bantuan yang mereka tawarkan.
Menurut berbagai peneliti, termasuk peraih Nobel Ekonomi Merton Miller, penolakan terhadap CBS oleh IMF dan AS tidak hanya didasari pertimbangan ekonomi semata. Mereka diyakini ingin Soeharto lengser dari kekuasaannya.
Akhir dari Orde Baru
Akhirnya, tekanan dari IMF dan pemerintah AS membuat Soeharto membatalkan rencana CBS dan menerima bantuan mereka. Namun, hal ini juga diyakini sebagai salah satu faktor yang membawa pada berakhirnya kekuasaan Soeharto, mengakhiri era Orde Baru yang telah berlangsung selama tiga dekade lebih.
Belakangan, muncul tudingan bahwa penolakan terhadap CBS bukan semata-mata didorong oleh pertimbangan ekonomi semata. Beberapa pihak mengklaim bahwa AS dan IMF memiliki agenda tersembunyi untuk menumbangkan Soeharto dari kekuasaannya.
Dengan kejatuhan Soeharto pada bulan Mei 1998, Indonesia memasuki babak baru dalam sejarah politik dan ekonominya.




