Pria Non-Muslim Nekat Terobos Makkah: Kisah Snouck Hurgronje
Pemerintah Arab Saudi memberlakukan larangan bagi non-Muslim untuk masuk ke Makkah. Namun, seorang pria non-Muslim bernama Snouck Hurgronje pernah nekat menerobos kota suci tersebut.
Perjalanan Snouck Hurgronje ke Makkah
Snouck Hurgronje lahir dari keluarga Kristen yang taat di Belanda. Meski demikian, ia memiliki ketertarikan yang besar terhadap Islam sejak usia belasan tahun. Ia bahkan memutuskan untuk mempelajari agama dan kebudayaan Islam secara mendalam.
Pada tahun 1880, Snouck Hurgronje menulis sebuah penelitian tentang Makkah tanpa pernah mengunjungi kota suci tersebut. Namun, pada Desember 1884, berkat dana dari pemerintah Belanda, ia akhirnya tiba di Arab Saudi dan tinggal di Jeddah.
Kontroversi Konversi dan Masuk ke Makkah
Snouck Hurgronje memutuskan untuk masuk Islam dan mengubah namanya menjadi Abdul Ghaffar demi kelancaran penelitiannya di Makkah. Meskipun kontroversial, tindakan ini memudahkan langkahnya masuk ke kota suci tersebut.
Saat tiba di Makkah, Snouck Hurgronje awalnya tidak diperbolehkan masuk karena dianggap non-Muslim oleh polisi Arab. Namun, dengan menunjukkan bukti sunat, ia berhasil meyakinkan petugas bahwa ia seorang Muslim dan akhirnya diizinkan masuk.
Meskipun hanya tinggal selama 6 bulan di Makkah dan akhirnya diusir karena penyamaran, Snouck berhasil menyelesaikan penelitiannya. Ia bahkan menjadi penasihat pemerintah Belanda untuk urusan umat Muslim di Indonesia pada tahun 1890-an.
Dengan keberaniannya, Snouck Hurgronje menjadi salah satu ilmuwan Eropa pertama yang berhasil menembus larangan non-Muslim masuk ke Makkah.




