Penipuan Travel Jemaah Haji RI: Larangan Pulang, Kerja Paksa

by

Jemaah Haji Indonesia Terjerat Kerja Paksa di Perkebunan Karet

Di balik niat suci untuk beribadah haji, ratusan jemaah haji asal Indonesia malah terjebak dalam skema kerja paksa di perkebunan karet. Mereka terjerat utang dengan pemilik salah satu travel haji terbesar di Asia Tenggara, Sayid Muhammad bin Ahmad al-Segaf.

Pelarian ke Perkebunan Karet al-Segaf

Al-Segaf, pengusaha Arab yang sukses di kawasan Malaya, menjalankan usaha travel haji dan memiliki perkebunan karet di Johor. Ketika bisnis perkebunan terancam, Al-Segaf memanfaatkan para jemaah haji Indonesia yang tidak bisa pulang karena kehabisan biaya. Dengan menawarkan pinjaman uang, jemaah diharuskan bekerja di perkebunannya sebagai ganti rugi.

Jemaah yang menerima pinjaman sekitar US$50 terpaksa bekerja dalam kondisi yang jauh dari harapan. Upah rendah dan cicilan utang yang memberatkan membuat mereka terjebak dalam lingkaran hutang dan kerja paksa yang tidak manusiawi.

Perjuangan Pembebasan dari Perkebunan

Situasi menyedihkan para jemaah haji Indonesia terdengar oleh pemerintah kolonial Belanda setelah diteruskan dari Konsul Belanda di Jeddah. Dengan tekanan dari pemerintah, operasional Al-Segaf dihentikan dan jemaah dipulangkan ke Tanah Air.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya para jemaah terbebas dari perbudakan dan kebebasan mereka dikembalikan. Sementara Al-Segaf berhenti dari bisnis travel haji setelah skandal terbongkar.

Source link