Perdana Menteri Israel Netanyahu Traumatik atas Kematian Kakaknya

by

Tragedi Keluarga Netanyahu: Pengaruh Kuat dalam Kepemimpinan Israel

Jakarta, CNBC Indonesia – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memiliki pandangan politik yang kontroversial terhadap eksistensi Palestina. Ternyata sikap ini berasal dari tragedi keluarga yang mendalam, yakni kematian sang kakak, Yonatan “Yoni” Netanyahu, dalam sebuah misi penyelamatan di Uganda.

Mengutip situs Britannica, operasi penyelamatan itu dimulai pada 27 Juni 1976. Saat itu, pesawat Air France Flight 139 yang dibajak oleh kelompok teroris Palestina dengan tuntutan membebaskan tahanan Palestina di penjara Israel. Mereka kemudian membawa pesawat ke Entebbe, Uganda, di bawah perlindungan rezim Idi Amin.

Operasi Pembebasan Sandera yang Berujung Tragedi

Militer Israel kemudian melancarkan operasi berani dengan menurunkan pasukan khusus yang dipimpin oleh Yoni. Dalam baku tembak sengit, Yoni Netanyahu tewas tertembak oleh seorang sniper Uganda di depan terminal tempat sandera ditahan. Meski operasi sukses membebaskan sebagian besar sandera, kehilangan Yoni tetap menjadi duka mendalam bagi Israel.

Kematian Yoni Netanyahu tidak hanya mengubah sejarah Israel, tetapi juga membekas dalam kepemimpinan Benjamin Netanyahu. Di tengah duka yang mendalam, Netanyahu memutuskan untuk mendirikan yayasan anti-terorisme sebagai kenangan akan saudaranya yang gugur dalam tugas negara.

Pengaruh Tragedi dalam Pandangan Politik Netanyahu

Menurut Newsweek, kematian saudaranya telah mengubah arah hidup Benjamin Netanyahu. Pengalaman tragis itu membentuk pandangan keras Netanyahu terhadap isu keamanan dan terorisme, yang menjadi pilar utama dalam kepemimpinannya di Israel hingga hari ini.

Sebagai perdana menteri Israel, Netanyahu dikenal karena pendekatannya yang tegas terhadap konflik Israel-Palestina, yang sebagian besar dipengaruhi oleh kisah tragis kehilangan sang kakak dalam misi penyelamatan di Entebbe, Uganda.

Source link