Pencetus Pancasila: Kisah Hidup Sengsara dan Depresi

by

Pencetus Pancasila Hidup Sengsara di Hari Tua

Pada setiap tanggal 1 Juni, Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Sejarah berbicara bahwa pada tanggal tersebut, Presiden pertama RI, Soekarno, memperkenalkan istilah “Pancasila” dalam pidato di hadapan para pendiri bangsa pada 1 Juni 1945.

Tragisnya Nasib Soekarno di Masa Tua

Setelah perannya sebagai pencetus Pancasila, Soekarno mengalami nasib tragis di masa tua. Ketika Jenderal Soeharto menggantikan Soekarno sebagai Presiden Indonesia pada 7 Maret 1967, pengaruh politik Soekarno perlahan dipangkas. Terus diinterogasi sebagai tahanan politik, hidupnya terus dalam keterasingan.

Soekarno terus dipindahkan, dari Istana Negara ke Istana Bogor, dan akhirnya ke Wisma Yaso pada 1969. Di situlah, Soekarno hidup sendirian dengan tekanan mental dan fisik yang tak tertahankan, sementara kondisi kesehatannya semakin memburuk.

Larangan Peringatan Hari Lahir Pancasila

Sayangnya, pada masa Orde Baru, pemerintah melarang peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni mulai tahun 1970. Ajaran Soekarno dianggap tak lagi relevan dan resmi digantikan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober.

Baru setelah runtuhnya Orde Baru pada 1998, peran Soekarno sebagai penggali Pancasila dihargai kembali. Puncaknya terjadi pada tahun 2016, saat pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan hari libur nasional yang merujuk pada pidato Soekarno tanggal 1 Juni 1945.

Source link