Menkeu RI Nekat dengan Kebijakan Ekonomi Radikal

by

Syafruddin Prawiranegara: Menteri Keuangan Nekat dengan Kebijakan “Gunting Uang”

Jakarta, CNBC Indonesia – Kesulitan ekonomi sudah menjadi cerita yang melekat dalam sejarah Indonesia. Berbagai langkah diambil oleh menteri keuangan, namun terdapat satu cara tak terduga yang diambil oleh Menteri Keuangan ke-5, yaitu dengan memotong uang kertas.

Pada 10 Maret 1950, Syafruddin Prawiranegara mengeluarkan kebijakan kontroversial yang dikenal dengan nama “Gunting Syafruddin”. Kebijakan ini dilakukan sebagai respons terhadap kesulitan ekonomi yang luar biasa pada waktu itu.

Gunting Syafruddin: Kebijakan Kontroversial Menekan Inflasi

Alasan dari kebijakan “Gunting Syafruddin” sendiri adalah karena kondisi negara yang terdesak akibat tekanan politik dan meningkatnya inflasi. Maksud dari tindakan itu adalah untuk mengendalikan peredaran uang dan menekan inflasi yang tengah meroket.

Syafruddin meminta agar uang kertas pecahan 5 gulden ke atas dipotong menjadi dua bagian. Bagian kiri dari uang tetap bisa digunakan sebagai alat pembayaran, sementara bagian kanan harus ditukar dengan obligasi negara.

Dampak dan Pelaksanaan Kebijakan

Kebijakan ini kemudian berjalan sampai 9 Agustus 1950. Selama periode tersebut, semua pihak diharuskan menerima uang “guntingan” sebagai alat transaksi yang sah. Penolakan terhadap uang tersebut akan berakibat pada hukuman yang diberikan oleh pemerintah.

Secara mengejutkan, kebijakan kontroversial ini ternyata memberikan hasil yang diinginkan. Mata uang menguat, inflasi terkendali dalam waktu singkat, dan Indonesia berhasil keluar dari tekanan krisis ekonomi yang sempat melanda pada masa awal kemerdekaan.

Syafruddin Prawiranegara memang menjadi salah satu sosok yang nekat dalam mengambil kebijakan ekonomi saat itu. Meskipun dipandang nyeleneh dan nekat oleh sebagian pihak, kebijakan “Gunting Syafruddin” membuktikan bahwa langkah ekstrem bisa memberikan hasil positif dalam mengatasi kondisi ekonomi sulit.

Kisah perjuangan dan pengabdian Syafruddin Prawiranegara sebagai menteri keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pertama tetap menjadi bagian dari sejarah ekonomi Indonesia hingga saat ini.

Source link