Bill Clinton Meminta Bantuan Indonesia untuk Bencana: Kisah dan Imbasnya

by

Keinginan Bill Clinton untuk Meminjam Pejabat Indonesia dalam Menangani Bencana

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah kisah menarik terungkap tentang keinginan mantan Presiden Amerika Serikat ke-42, Bill Clinton, yang ingin “meminjam” seorang pejabat Indonesia untuk membantunya menangani bencana di negara lain. Keinginan ini disampaikan langsung kepada Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), setelah Indonesia berhasil memulihkan Aceh pasca-tsunami 2004.

Kuntoro Mangkusubroto: Pejabat yang Dibutuhkan oleh Clinton

Pejabat yang dimaksud adalah Kuntoro Mangkusubroto, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias. Kuntoro berhasil memimpin pembangunan kembali Aceh setelah bencana tsunami 2004 dengan sukses yang luar biasa. Kisah ini diungkapkan langsung oleh SBY ketika ia bertemu dengan Clinton beberapa tahun setelah bencana Aceh.

Pada saat itu, Bill Clinton tengah bertugas sebagai Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu pemulihan Haiti setelah gempa bumi dahsyat mengguncang negara tersebut pada Januari 2010. Clinton mengungkapkan kebingungannya kepada SBY karena proses pemulihan Haiti ternyata jauh lebih sulit daripada yang diantisipasi.

Kisah Sukses Rekonstruksi Aceh yang Diakui Secara Internasional

Dalam pertemuan itu, Clinton tertarik untuk mengetahui bagaimana Indonesia mampu mengelola rekonstruksi Aceh dengan efektif melalui koordinasi antara pemerintah, donor internasional, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat lokal. Clinton begitu terkesan dengan keberhasilan BRR dalam menjaga akuntabilitas, mencegah korupsi, dan penggunaan sumber daya yang tepat selama proses rekonstruksi Aceh.

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias berhasil memimpin ribuan proyek rekonstruksi, membangun kembali ratusan ribu rumah, sekolah, rumah sakit, jalan, jembatan, dan berbagai fasilitas publik lainnya setelah tsunami 2004. Keberhasilan BRR dalam mengelola rekonstruksi Aceh membuat Indonesia mendapat pujian dan penghargaan internasional.

Meskipun akhirnya Kuntoro Mangkusubroto tidak diikutsertakan dalam proses rekonstruksi Haiti, kisah ini menjadi bukti bahwa pengalaman Indonesia dalam mengatasi bencana diperhitungkan oleh dunia, termasuk oleh seorang mantan Presiden Amerika Serikat yang tengah terlibat dalam pemulihan Haiti setelah gempa bumi.

Source link