Gubernur Jawa Barat Naik Kapal Saksikan Anak Krakatau Meletus

by

Gubernur Jawa Barat dan Eksplorasi Gunung Anak Krakatau

Naskah ini membahas ekspedisi Gubernur Jawa Barat, Willem Pieter Hillen, ke Gunung Anak Krakatau pada 1928 yang menimbulkan banyak perhatian. Ekspedisi tersebut terjadi sekitar 44 tahun setelah letusan Krakatau pada 1883 yang dahsyat.

Keberangkatan yang Memikat

Pada Januari 1928, Hillen bersama rombongan melakukan perjalanan ke Anak Krakatau saat gunung itu sedang aktif. Mereka berlayar dari Jakarta menggunakan kapal uap pemerintah Wega. Selama perjalanan, mereka mengalami serangkaian aktivitas vulkanik yang menarik.

“Uap itu tebal, berminyak seperti endapan dari percobaan kimia. Benda itu sangat mudah bergerak dan jelas terdorong ke atas dengan kekuatan yang luar biasa. Berkali-kali, seperti disebabkan oleh alat peniup udara yang sangat besar, tepat di belakang Pulau Panjang itu,” tulis seorang wartawan yang ikut dalam rombongan tersebut.

Kegiatan Vulkanik yang Menakjubkan

Pemandangan yang dilihat dari kapal itu semakin spektakuler ketika malam tiba. Mereka menyaksikan kawasan letusan yang dipenuhi cahaya merah, dengan lava pijar terlempar ke udara, menciptakan kilatan cahaya putih terang yang memukau. Semua momen tersebut memberikan pemahaman mendalam akan kekuatan alam yang tak terduga.

Bagi rombongan Hillen, ekspedisi ke Gunung Anak Krakatau bukan hanya sekadar melihat gunung api baru. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana Krakatau kembali menunjukkan kekuatannya, kali ini melalui letusan bawah laut yang memukau.

Source link