Pelaku tawuran di Jalan Palem, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, berinisial AJ (19) mengakui bahwa motifnya mengikuti tawuran adalah karena “gaji buta” (gabut), merasa tidak punya kegiatan atau sedang merasa jenuh. AJ menjelaskan bahwa ia ikut tawuran karena desakan ekonomi dan kegiatan kosong. Dia juga mengakui bahwa tawuran dilakukan dengan mengikuti kelompoknya karena merasa terdesak. Para pelaku diketahui menggunakan akun Instagram @biangkerok69JKT untuk mengumpulkan anggota kelompok. Menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, motif para pelaku menyerang warga adalah demi dianggap hebat, karena kemenangan dianggap sebagai tanda kehebatan. Mereka juga menyoroti pengaruh media sosial dalam kejadian ini. Polisi juga meminta orangtua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya agar dapat mencegah kejadian serupa. Insiden ini terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, dan sembilan pelaku terlibat, termasuk dua pemuda dewasa dan tujuh anak di bawah umur. Sudin Pendidikan Kota Administrasi Jakarta Selatan telah mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) siswa yang terlibat dalam kasus tawuran di Pesanggrahan.
Pelaku Terlibat Tawuran di Pesanggrahan Akibat Rasa Gabut





