Strategi Israel Adu Domba AS-Negara Arab: Terungkap!

by

Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah serangkaian serangan drone dan rudal melanda sejumlah negara tetangga Iran, mengakibatkan kerusakan fasilitas sipil. Arab Saudi melaporkan ledakan di kilang minyak Ras Tanura, sementara Azerbaijan melaporkan kerusakan di bandara Nakhchivan, dengan kedua negara menyalahkan Iran sebagai pelaku. Namun, Iran membantah tuduhan tersebut dan justru menuding Israel sebagai dalang melalui skenario operasi false flag operation.

Sejarah mencatat kasus Lavon Affair pada 1954 sebagai salah satu skenario adu domba yang meresahkan. Serangkaian ledakan bom di Mesir dituduh dilakukan oleh agen Israel untuk memicu konflik dengan Amerika Serikat. Penangkapan agen rahasia Israel, Philip Nathanson, membuka jaringan operasi yang lebih luas. Operasi ini bertujuan merusak hubungan antara Mesir dan AS yang saat itu dekat dengan persetujuan kerjasama persenjataan, yang dianggap Israel sebagai ancaman.

Israel menjalankan operasi sabotase rahasia dengan sandi Operation Susannah untuk melemahkan kekuasaan Nasser dan merusak hubungan Mesir-AS. Skandal ini berujung pada krisis politik di Israel, di mana Menteri Pertahanan saat itu, Pinhas Lavon, terlibat dalam skenario tersebut. Dampak dari skandal ini memicu krisis politik besar hingga memicu peristiwa nasionalisasi Terusan Suez oleh Nasser dan serangan militer yang melibatkan Israel, Inggris, dan Prancis dalam Krisis Suez. Justifikasi operasi rahasia ini baru diakui oleh pejabat Israel bertahun-tahun kemudian dan kini dikenal sebagai Lavon Affair.

Source link